Others

Cara Membuat Berita Layaknya Jurnalis Profesional

Ilustrasi Berita

Menjadi seorang jurnalis, berarti dituntut untuk bisa menuliskan sebuah berita, dengan memberikan informasi yang penting secara cepat dan jelas, untuk kemudian disampaikan kepada para pembaca. Sebab di era kemajuan teknologi saat ini, kecepatan mendapatkan sebuah informasi menjadi sebuah keharusan.

Dalam sebuah berita, tidak ada ruang untuk cerita-cerita humor, atau opini pribadi. Semuanya harus ditulis berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan. Pada dasarnya bukan membuat pembaca menyukai tulisan yang dibuat, tetapi seberapa penting informasi yang diberikan.

Untuk menghasilkan berita yang bagus, tentu dibutuhkan tata bahasa yang baku dan menggunakan kalimat-kalimat dasar. Beberapa jurnalis memiliki rumus tersendiri dalam membuat sebuah berita. Beberapa komponen umum yang sangat diperhatikan oleh para jurnalis itu antara lain :

Sudut Pandang

Sebuah berita tanpa adanya sudut pandang dalam penulisan, seperti sayur tanpa garam, akan terasa sangat hambar. Ketika membuat sebuah berita, sangat penting untuk menentukan dari mana sudut pandang yang akan diambil dalam menuliskan sebuah berita. Nantinya, anda akan dengan mudah dalam menentukan makna dan menjelaskan dengan tepat topik yang sedang diperbincangkan.

Cara Membuat Berita Layaknya Jurnalis
Cara Membuat Berita Layaknya Jurnalis

Intro

Biasanya disebut juga dengan lead. Intro adalah paragraf pertama yang ditulis dalam sebuah berita. Jika sudut pandang untuk menentukan apa yang akan dibahas atau diinformasikan, maka intro adalah bagaimana cara anda dalam menuangkannya pada sebuah kalimat. Untuk bisa menjelaskan dalam waktu yang cukup singkat, biasanya intro berisi rumus 5W 1 H. What, When, Where, Who, Why, dan How.

Kutipan

Hampir setiap berita yang dibuat, selalu mencantumkan sebuah kutipan. Kutipan bisa menonjolkan sisi humanisme dalam sebuah berita dan bisa menjadikan berita yang ditulis lebih faktual. Kutipan harus berisi nama lengkap dan jabatan yang dimiliki oleh seseorang yang dikutip pernyataanya. 

Bisa saja sebuah berita dibuat tanpa memberikan kutipan, namun nantinya akan mengurangi tingkat faktual, atau dianggap berita itu tidak berdasarkan data dan fakta yang ada. Oleh karenanya, gunakan kutipan dari orang-orang yang benar-benar terkait dalam pemberitaan. Hal ini erat kaitannya dengan pemilihan narasumber yang benar-benar bisa dipercaya dan valid.

Atribut

Seperti halnya pemberian kutipan, dalam sebuah pemberitaan kejadian perlu juga diberikan atribut yang relevan. Apalagi jika berita dibuat namun anda tidak berada langsung di tempat kejadian. Penggunaan atribut ini contohnya seperti, “Pihak dari kelompok yang bertikai mengatakan…,” “Kementerian ESDM dalam rapat itu menyebutkan..,” dan lain-lain. 

Pembuatan sebuah berita tidak sama dengan artikel informasi pada umumnya. Pada artikel informasi, selalu ada pembahasan tentang sebuah masalah, dan penulis dituntut untuk bisa memberikan solusi dari permasalahan yang dibahas. Bisa mengambil dari sumber lain yang valid atau dari opini pribadi. Namun untuk pembuatan berita, penjelasan sebuah masalah tidak membutuhkan penulisan solusi. Terpenting adalah tingkat keakuratan data dan fakta-fakta yang mendukung.